Biography

Bismillahirrahmanirrahim
Terlahir sebagai seorang muslim adalah anugerah terbesar dalam hidup. Karenanya saya bisa merasakan nikmat nya Al-Qur'an. Nama lengkap saya Renada Zulfah Aulia. Biasa dipanggil Rere atau Nada. Alhamdulillah saya muslim sejak dalam kandungan. Lahir di Garut, 28 Juli 2000. Tepat nya pada hari Jumat, telingaku pertama kali mendengarkan adzan. Menyandang nama 'nada' biasanya dikaitkan dengan musik. Tidak salah, karena alasan orangtua menamai saya adalah hobi mereka terhadap musik. Musik seharusnya sudah mendarah daging dalam diri saya. Namun, hanya bakat suara yang menurun. Karir saya dalam dunia musik tak jauh dari bidang tarik suara.

Ketika menginjakan kaki di pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, saya mulai mengenal dunia tilawah atau ngaji memakai lagam. Sejak saat itu juga, saya memutuskan untuk mengarahkan bakat suara saya kesana. Saya mulai menekuni Al-Qur'an. Dan Allaahu Akbar luar biasanya, saya diberi kenikmatan menghafalkannya, walau belum banyak.

Antusiasme saya terhadap dunia Al-Qur'an, diapresiasi oleh organisasi kesiswaan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah). Disana saya diberi ruang untuk mengurus Korps Qoriah Remaja. Tugasnya simpel, hanya membumikan Al-Quran. Suatu tugas yang mulia dan berkah, bukan? Seiring dengan amanah saya di IPM, saya banyak mengikuti lomba yang diadakan pondok dan Alhamdulillah dapat yang terbaik. Saya pernah menjuarai lomba tilawah Al-Qur'an juara ketiga, Tahfidzul Qur'an kategori 3 juz juara ketiga dan Syarhul Qur'an juara kedua. Ketertarikan saya terhadap Al-Qur'an mendorong saya untuk lebih mendalami ilmu-ilmu agama. Pada kelas 2 Aliyah, saya pernah menjuarai Olimpiade PAI (Pendidikan Agama Islam) juara 1 tingkat kabupaten. Dengan prestasi tersebut, Alhamdulillah saya bisa mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Dirasat Islamiyah, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Bukan tanpa sebab, saya hadir di dunia Al-Qur'an. Tapi itulah cara Allah mencintai hamba-Nya. Saya banyak mensyukuri ditakdirkan hidup di lingkungan agama. Dan semakin yakin bahwa tidak ada kebahagiaan selain kebahagiaan beragama, berislam dan beriman sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.

Pernah menjadi pembina Korps Qoriah Remaja di pondok adalah modal berharga untuk kehidupan saya. Dengan modal tersebut, saya semakin termotivasi untuk membumikan Al-Quran dan memberantas buta huruf Al-Qur'an. Saya ingin setiap muslim bisa merasakan kenikmatan, keberkahan dan kebermanfaatan dari Al-Qur'an. Kita berhak bahagia sebab Al-Qur'an.

"Surga terlalu luas untuk sendirian" -Ust. Adi Hidayat-

0
Reviews
0
Suka